-
-
21 Juli 2026 9:49 am

Bolehkah Umrah Dulu Baru Haji? Ini Penjelasan Ulama dan Contoh dari Rasulullah

Ibadah haji dan umrah adalah dua amalan agung dalam Islam yang menjadi impian umat Muslim di seluruh dunia. Keduanya dilaksanakan di Tanah Suci, namun pertanyaan yang sering muncul adalah: bolehkah menunaikan umrah sebelum haji?Jawabannya: boleh, dan hal ini bahkan dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.


Nabi SAW Laksanakan Umrah Sebelum Haji
Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nabi Muhammad SAW sendiri menunaikan umrah terlebih dahulu sebelum melaksanakan haji. Hal ini didasarkan pada hadits sahih dari Ibnu Umar RA dalam riwayat Bukhari (no. 1651), yang menyatakan bahwa tidak ada larangan melakukan umrah sebelum haji.Ibnu Umar RA berkata, “Nabi ﷺ melakukan umrah sebelum haji, dan itu tidak mengapa.”Artinya, dari sudut pandang syariat, tidak ada yang salah dengan melaksanakan umrah lebih dahulu.


Antrean Haji yang Lama, Umrah Jadi Pilihan Realistis
Dalam praktiknya, pelaksanaan haji di Indonesia kerap menghadapi antrean panjang hingga belasan tahun. Hal ini membuat banyak umat Islam memilih untuk menunaikan umrah lebih dulu sebagai bentuk kerinduan ke Tanah Suci, sambil menunggu giliran berhaji.Dalam buku Antar Aku ke Tanah Suci karya Miftah Faridl dan Budi Handrianto, dijelaskan bahwa pilihan antara haji atau umrah bisa disesuaikan dengan kesiapan fisik dan kemampuan keuangan masing-masing.Namun, penting dicatat: umrah tidak menggugurkan kewajiban haji. Seorang muslim yang sudah mampu tetap wajib menunaikan haji, meski telah berkali-kali menjalankan umrah.


Dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa umrah di bulan Ramadan memang bernilai pahala setara dengan haji, namun tidak bisa menggantikan haji wajib. Para ulama juga sepakat bahwa umrah tidak dapat menghapus kewajiban haji bagi yang sudah memenuhi syarat istitha’ah (mampu secara fisik dan finansial).Menjalankan umrah sebelum haji adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam dan telah ada contohnya dari Rasulullah SAW. Namun, jangan salah kaprah—umrah bukanlah pengganti haji. Setiap Muslim yang sudah mampu tetap wajib menunaikan ibadah haji.

Sumber : https://www.eramuslim.com/bolehkah-umrah-dulu-baru-haji-ini-penjelasan-ulama-dan-contoh-dari-rasulullah
Blog Post Lainnya
Larangan Saat Ibadah UmrohLarangan Umroh, Hal-Hal yang Harus Dihindari Sebelum, Saat, dan Setelah Menunaikan Umroh. Umroh adalah ibadah yang sangat mulia dan didambakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai bentuk ibadah spiritual, umroh juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Namun, agar ibadah ini diterima dan membawa keberkahan, ada sejumlah larangan umroh yang perlu diperhatikan. Larangan Umroh, Hindari Agar Ibadah Sah. Agar lebih jelas dalam memahaminya, mari kita ulas secara lengkap mengenai larangan sebelum berangkat, selama pelaksanaan, hingga setelah tawaf wada, serta menyoroti larangan umroh bagi perempuan. Larangan Sebelum Berangkat Umroh. Sebelum memulai perjalanan suci ini, calon jemaah perlu memperhatikan larangan sebelum berangkat umroh agar ibadah dapat dilakukan dengan tenang dan khusyuk. Berbuat Dosa dan Melanggar Larangan Allah Ta'ala Menjauhi maksiat sangat penting, karena perbuatan dosa dapat mengurangi keberkahan perjalanan. Calon
Umroh Arti Sebenarnya. Umroh adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, yang bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Pelaksanaannya mencakup niat di Miqat, thawaf mengelilingi Ka'bah 7 putaran, sa'i antara bukit Shafa dan Marwah, serta diakhiri dengan tahallul (mencukur atau memendekkan rambut). . Untuk mempersiapkan perjalanan ibadah Anda dari Indonesia menuju Tanah Suci, berikut adalah panduan lengkap dan rincian yang perlu Anda ketahui:. 1. Hukum dan Syarat Umroh. Hukum umroh disepakati sebagai sunnah muakkad, meskipun sebagian ulama mazhab Syafi'i dan Hanbali mewajibkannya minimal sekali seumur hidup bagi yang mampu. Syarat utamanya meliputi beragama Islam, baligh, berakal, merdeka, dan memiliki kemampuan fisik serta finansial. 2. Rukun dan Tata Cara Umroh. Ibadah umroh harus dilaksanakan secara berurutan (tertib) melalui rukun-rukun berikut: . Ihram: Berniat memulai umroh dengan mengenakan pakaian ihram di titik Miqat. Thawaf: Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran berlawanan arah
Konsultan Jannah Firdaus

Bunda Srihas
Bunda Srihas

Social Media
Alamat dan Contact
0822-1355-7696
0822-1355-7696
Kantor Pusat Jannah Firdaus Jl. KH Abdullah Syafei No. 21C, Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia, 12830
Kantor Cabang Surabaya Jl. Ahmad Yani No.151 S, Jemur Wonosari, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60237, Wonocolo, Surabaya 60237
Kantor Cabang Bandung Jl. Raya Kopo No.574, Margasuka, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat 40225
Links
-
Copyright ©- 2026 - PT. Jannah Firdaus